headerphoto

Seminar Indonesia Zakat & (IZDR) 2010

Jum`at, 25 Desember 2009 09:02:06 - oleh : wagiran

Seminar Indonesia Zakat & Development Report (IZDR) 2010

& Penganugerahan IMZ Award

Seminar IZDR 2010

Kehadiran sejumlah lembaga pengelola zakat (LPZ) awal tahun 1990 dianggap telah mereformasi pola dan strategi pengelolaan zakat di Indonesia. LPZ dinilai berhasil mentransformasikan pengelolaan zakat dari berbasis individual-tradisional ke berbasis kolektif-profesional, serta mengubah paradigma pendayagunaannya dari ranah amal sosialkeagamaan semata ke ranah pemberdayaan-pengembangan ekonomi. Namun, pengelolaan zakat oleh masyarakat ini akan menghadapi tantangan serius seiring dengan rencana pemerintah untuk merevisi UU Zakat. Lewat UU itu pemerintah berkeinginan untuk melakukan sentralisasi dengan mengambilalih hasil pengelolaan zakat dan menjadikan lembaga zakat sebatas pengumpul zakat

Bagaimana perkembangan pengelolaan zakat dalam lima tahun terakhir? Bagaimana proyeksinya di tahun 2010? Tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi? Bagaimana dampak revisi UU Zakat yang sangat sentralistik terhadap pengelolaan zakat? Lembaga zakat mana pula yang tahun ini mendapatkan penghargaan sebagai pengelola zakat terbaik?

Dalam rangka mencapai sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam pengelolaan zakat nasional, IMZ (Indonesia Magnificence of Zakat) bersama FOZ (Forum Zakat) dan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FE UI menggagas seminar Indonesia Zakat & Development Report 2010 dan Anugerah IMZ Award. Acara ini diadakan di Auditorium Utama Menara Bank Syariah Mandiri Lt. 11, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Desember 2009.

Seminar dibuka oleh Drs. H. Tulus, Wibisono, Staf Ahli Menteri Agama bidang Hukum, mewakili Menteri Agama RI yang berhalangan hadir. Pak Tulus membawakan makalah Arah Reformasi Kebijakan Zakat Nasional ke Depan".

Seminar menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai elemen. Berbicara pertama kali Ahmad Juwaini, SE, MMKetua Forum Zakat Nasionalmembawakan makalah Menggagas Cetak Biru (blueprint) Zakat Indonesia. Pembicara kedua, Yusuf Wibisono, SE. MEWakil Direktur PEBS FE UImembawakan makalah Indonesia Zakat and Development Report 2010: Kerangka Regulasi dan Institusional Zakat Indonesia saat ini, serta Merancang Sistem Zakat Indonesia Masa Depan. Satu-satunya pembicara dari luar negeri, Prof. Madya Dr. Abd. Halim Mohd NoorTimbalan Pengarah Institut Kajian Zakat Malaysia, membawakan materi Kinerja dan Proyeksi Perzakatan Nasional di Malaysia 2010. Hadir pula Ir. Nana Mintarti, MPDirektur IMZ, yang membawakan makalah Indonesia Zakat and Development Report 2010: Kondisi dan Kinerja Perzakatan Nasional serta Proyeksi ke Depan. Sesi seminar ditutup oleh Dra. Hj. Chairun Nisa, MA Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI yang membawakan makalah berjudul Merancang Regulasi Zakat yang Komprehensif dan Partisipatif.

Selain diseminarkan dan akan roadshow ke beberapa kota besar di Indonesia selama tahun 2010, Program Indonesia Zakat & Development Report 2010 juga diterbitkan dalam bentuk Buku IZDR 2010 yang akan didistribusikan secara luas kepada seluruh entitas zakat Indonesia serta masyarakat pada umumnya.

IMZ Award

IMZ Award adalah penganugerahan tertinggi yang diberikan oleh IMZ kepada individu maupun organisasi yang telah berusaha dan berjasa dalam pengembangan profesionalisme zakat.

Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) berdiri pada tanggal 25 Februari 2009 di Jakarta demi menjawab tantangan optimalisasi potensi kelembagaan di tengah ikhitar dalam mewujudkan kegemilangan zakat Indonesia.

Dengan aktivitas utama IMZ adalah melakukan riset kajian tentang zakat dan pemberdayaan masyarakat serta penyelenggaraan kegiatan yang terbuka untuk umum demi pengembangan kapasitas pengelola zakat secara periodik dan berkesinambungan.

Keberadaan IMZ adalah hasil dari penggabungan dua lembaga yang merupakan jejaring Dompet Dhuafa Republika yakni Institut Manajemen Zakat dan Circle of Information and Development (CID). Dimana sebelumnya ke dua lembaga tersebut juga telah berhasil mewarnai khazanah dunia zakat di Indonesia

Berikut sekilas penerima IMZ award untuk tahun ini,

CATEGORY 1:

the best zakat fundraising development:

PUSAT PUNGUTAN ZAKAT - MALAYSIA

Pusat Pungutan Zakat (PPZ) merupakan institusi penghimpun zakat yang dibentuk oleh Majelis Agama Islam Wilayah persekutuan (MAIWP) Malaysia. PPZ ini mulai resmi beroperasi pada tanggal 1 Januari 1991 yang berperan menarik semua kewajiban zakat dari masyarakat muslim di Malaysia. PPZ hingga kini menjadi organisasi percontohan terdepan dalam pengelolaan zakat di Malaysia. Dari tahun ke tahun, proses penghimpunan zakat PPZ terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hingga tahun 2006, penghimpunan zakat PPZ berhasil mencapai 143.304.403,08 ringgit Malaysia per tahun 2006, setara dengan 389 miliar rupiah.

CATEGORY 2:

the best organization in zakat development

RUMAH ZAKAT INDONESIA

Pada awal berdirinya, Rumah Zakat Indonesia (RZI) bernama Dana Sosial Ummul Quro (DSUQ) yang fokus dalam menghimpun dana sosial masyarakat untuk bencana kemanusiaan dan konflik sosial. Pasca konflik, DSUQ terus mengembangkan aktifitasnya sebagai lembaga sosial yang merintis program rehabilitasi masyarakat lemah. Program DSUQ ini terus berkembang dan melebarkan wilayahnya ke sejumlah kota-kota di Pulau Jawa. Pada tahun 2003, DSUQ mengubah namanya menjadi RZI, dan melakukan branding sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional. RZI terus mengembangkan kapasitas organisasinya, yang hingga kini menjadi LAZ dengan kantor cabang terbanyak di Indonesia, sebanyak 34 kantor cabang.

CATEGORY 3:

The best zakat website development

POS KEADILAN PEDULI UMMAT (PKPU)

Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) merupakan lembaga kemanusiaan nasional dengan SK Menteri Agama sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional. Dengan status lembaga kemanusiaan nasional, PKPU dirasakan mampu melakukan pencerdasan publik melalui situs pkpu.or.id sebagai sarana sosialisasi peran institusi. Kapasitas bilingual (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) memungkinkan PKPU dapat diakses oleh banyak kalangan. Selain itu, informasi program dan data penghimpunan lembaga terpublikasikan penuh yang memudahkan pengunjung untuk memperolehnya. Sementara itu, fitur-fitur harga emas dan kurs mata uang, serta additional section lain, membuat situs pkpu.or.id semakin menarik.

CATEGORY 4:

the best zakat research development

Institut Kajian Zakat Malaysia (IKaZ)

Institut Kajian Zakat (IKaZ) merupakan salah satu pusat kajian di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. IKaZ menjadi satu-satunya institusi kajian tentang zakat yang terintegrasi dengan institusi kampus sebagai pusat akademik formal. Kemampuan IKaZ dalam melakukan kajian tentang zakat tampak tidak bisa diragukan. Karena didukung oleh dosen-dosen yang memiliki kapasitas dalam keilmuan dan juga tentang zakat. IKaZ hingga saat ini masih menjadi bentuk percontohan institusi kajian yang menelaah tentang zakat di regional Asia Tenggara.

CATEGORY 5:

the best zakat empowering organization

aL-AZHAR PEDULI UMMAT

Al-Azhar Peduli Ummat merupakan salah satu Lembaga Amil Zakat yang berbasis masjid. Walaupun lingkup pengelolaannya bersifat lokal di wilayah DKI Jakarta, namun batasan ini tidak menyumbat kreatifitas Al-Azhar Peduli Ummat dalam melakukan pengelolaan program yang produktif dan variatif. Al-Azhar dikenal sebagai LAZ yang kreatif dalam melakukan pengembangan program baru, dan tidak jarang menarik simpati publik. Rumah Gemilang Indonesia, Mushalla for Sale, Qurban by Request, Benah Madrasah dan Rumah Ibadah menjadi produk pemberdayaan yang begitu kreatif.

CATEGORY 6:

the most productive writer in zakat article

prof. dr. didin hafidhuddin, m.sc

Didin Hafidhuddin saat ini menjabat sebagai ketua umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pria kelahiran Bogor, 21 Oktober 1951 ini, sebelum memimpin BAZNAS memang telah terlibat aktif dalam dunia zakat nasional. Aktifitas menulisnya sangat produktif dalam pembahasan zakat kontemporer. Tulisan-tulisannya tersebut memberikan pandangan-pandangan baru yang aplikatif dalam pengelolaan zakat kontemporer. Tulisannya tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tapi juga merambah ke regional Asia Tenggara, yang menjadi rujukan dalam pengelolaan zakat kontemporer.

CATEGORY 7:

award for dedicated person in modern zakat management

alm. dato abdul rachim abu bakar

Datuk Abdul Rahim Abu Bakar atau Rahim Bakar dikenal sebagai sosok yang sangat idealis. Sebelum terlibat dalam dunia zakat, Ia sempat terlibat aktif dalam aktifitas politik di Negara bagian Pahang. Pada tahun 1990, Rahim beralih ke dunia zakat, dengan membentuk Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Malaysia. Aktifitasnya ini menjadi tonggak sejarah perzakatan tidak hanya di Malaysia, namun juga di wilayah regional Asia Tenggara. Rahim memandang perlu bahwa pengelolaan zakat haruslah dilakukan secara profesional. Pemikiran Rahim ini banyak memberikan inspirasi pada penggiat zakat di Malaysia dan Asia Tenggara. Dengan reformasi pengelolaan zakat tersebut, PPZ berhasil menjadi amil zakat yang mampu menghimpun dana zakat dengan cukup besar. Dan, pemikirannya tersebut menjadi ide dasar dalam sejumlah pengelolaan zakat di Asia Tenggara.

Kategori Tokoh dalam nominasi IMZ Award ini ditujukan kepada individu-individu yang dirasa memiliki peranan besar dalam upaya pengembangan zakat di Indonesia.

*) sumber IMZ&FOZ

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Artikel" Lainnya